<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PATTIRO Magelang</title>
	<atom:link href="http://pattiro-magelang.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pattiro-magelang.org</link>
	<description>Pusat Telaah dan Informasi Regional - Magelang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 10:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pansus Century : Sebuah Reality Show</title>
		<link>http://pattiro-magelang.org/pansus-century-sebuah-reality-show.html</link>
		<comments>http://pattiro-magelang.org/pansus-century-sebuah-reality-show.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 09:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Century]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Century]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pattiro-magelang.org/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Selama lebih dari 3 bulan terakhir ini kita disuguhi dengan sebuah adegan reality show berseri yang benar-benar diskenario secara rumit dan njlimet. Sang sutradara memang keren benerr, mampu mengarahkan ratusan orang pemainnya dengan baik. Para pemain juga mantab bener, mampu menghayati peran dan melakukan adegan demi adegan dengan sempurna seolah tanpa arahan skenario. Apalagi sang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selama lebih dari 3 bulan terakhir ini kita disuguhi dengan sebuah adegan reality show berseri yang benar-benar diskenario secara rumit dan <em>njlimet</em>. Sang sutradara memang keren benerr, mampu mengarahkan ratusan orang pemainnya dengan baik. Para pemain juga mantab bener, mampu menghayati peran dan melakukan adegan demi adegan dengan sempurna seolah tanpa arahan skenario. Apalagi sang produser memang luar biasa, mampu membiayai sebuah megaproyek ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="GAMABAR DIPINJAM DARI INILAH.COM" src="http://www.inilah.com/data/berita/foto/235811.jpg" alt="" width="150" height="135" />Sebuah <a href="http://kaumbiasa.com/reality-show-pansus-century.php" target="_blank">reality show politik</a> yang digelar di negeri ini memang menjadi hiburan yang menarik. Saya yakin acara ini pasti memperoleh <em>rating</em> yang tinggi karena animo pemirsa seantero negeri yang luar biasa. Adalah kasus skandal Bank Century lakonnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepentingan adalah tujuan abadi dengan diolah melalui sebuah konspirasi dibalik konspirasi maka sukseslah para pemain reality show ini menyuguhkan tontonan pada (kalau tidak ingin mengatakan dengan mengelabuhi) rakyat. Dan diakhir episode pun tidak diketahui <em>ending</em> nya. Masih saja mengambang. Dan ujung-ujungnya kepentingan kekuasaan serta ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil yang direkomendasikan oleh Pansus bukanlah sebuah ketetapan hukum. Masih harus dilemparkan pada lembaga peradilan untuk mengkaji bukti-bukti. Kemudian diperlukan penyidikan dan penyelidikan barulah dapat dikeluarkan ketetapan hukum oleh lembaga peradilan. Keputusan Pansus adalah keputusan politik, dan keputusan politik adalah sesuatu yang abstrak serta syarat kepentingan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ingat kasus Bulog-gate dan Brunai-gate yang waktu itu ramai karena ditengarai melibatkan Presiden Abdurahman Wahid waktu itu dan Ketua DPR Akbar Tanjung. Apa yang terjadi dengan kedua kasus itu? Kasus yang menimpa Gus Dur diselesaikan melalui Pansus dengan keputusan bahwa bersalah dan Gus Dur mundur dari kursi Presiden. Ketika Gus Dur dimakzulkan maka proses selesai, sebab keputusan politik telah diambil maka tak perlu lagi pembuktian hukum di pengadilan. Ingat dengan kasus Soeharto? Sama saja.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan kasusnya Akbar Tandjung tidak diselasaikan secara politik namun dibawa ke pengadilan, yang akhirnya divonis bebas karena bukti-bukti tidak kuat mengarah padanya. Padahal keduanya sama-sama juga melalui sebuah Pansus untuk mengusutnya. Ini artinya adalah ketika penyelesaian politik diambil maka masalah hukum menjadi dianggap selesai. Dan ketika pilihannya adalah meneruskan hasil Pansus ke jalur hukum maka hukum pun masih dapat &#8220;dimainkan&#8221;. Dan duit rakyat sama-sama menguap tak terbayar.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kasus Century-gate ini akan mengikuti &#8220;aliran&#8221; yang mana kita lihat perkembangannya. Yang jelas selama ini kita sudah dapat hiburan baru selain daripada reality show yang telah ada.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya sebenarnya kasus Century ini tak serumit Bulog-gate atau Brunai-gate. Sebab, ketika Bank Century dinyatakan sebagai bank gagal alias bangkrut (entah apa penyebabnya, apa itu dananya dirampok pemilik banknya atau apapun itu) maka seharusnya pemerintah melakukan investigasi kemudian menyita aset Century dan lalu melelangnya kemudian hasilnya untuk <em>mbayari</em> uang nasabah yang dirugikan tersebut. Masalah selesai. Nggak perlu bailout, nggak usah ada pansus segala. Karena ini kasus kriminal. Ini logika saya.<br />
Akan tetapi logika penguasa jelas beda dengan saya. Mengapa? Karena saya bukan penguasa dan tidak punya kepentingan.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: right;">Ditulis oleh Rokhmad Munawir dan sudah dipublikasikan di <a href="http://kaumbiasa.com" target="_blank">blog pribadinya</a> juga.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Gambar dipinjam dari <a href="http://www.inilah.com/data/berita/foto/235811.jpg">sini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pattiro-magelang.org/pansus-century-sebuah-reality-show.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Sosok Begawan Bangsa</title>
		<link>http://pattiro-magelang.org/gus-dur.html</link>
		<comments>http://pattiro-magelang.org/gus-dur.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 15:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Begawan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[pendekar demokrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pattiro-magelang.org/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Kiai Haji Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940. Mengenyam pendidikan mulai SD di Jakarta pada tahun 1953 kemudian melanjutkan ke SMEP di Yogyakarta tahun 1956. Beliau yang lebih akrab dipanggil dengan Gus Dur melanjutkan pendidikan di pesantren Tambakberas Jombang pada tahun 1963. Gus Dur juga sempat mengenyam pendidikan di Universitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kiai Haji Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940. Mengenyam pendidikan mulai SD di Jakarta pada tahun 1953 kemudian melanjutkan ke SMEP di Yogyakarta tahun 1956. Beliau yang lebih akrab dipanggil dengan Gus Dur melanjutkan pendidikan di pesantren Tambakberas Jombang pada tahun 1963. Gus Dur juga sempat mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar, Department of Higher Islamic and Arabic Studies, Kairo Mesir yang diselesaikan pada tahun 1966 kemudian melanjutkan ke Fakultas Sastra, Universitas Baghdad, Irak, hingga tahun 1970.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke Indonesia, Gus Dur berkarier menjadi guru dan dosen. Menjadi Guru Madrasah Mu&#8217;allimat, Jombang (1959 &#8211; 1963), Dosen Universitas Hasyim Asyhari, Jombang (1972-1974), dan Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asyhari, Jombang (1972-1974).</p>
<p style="text-align: justify;">Keaktifan Gus Dur di pesantren salah satunya adalah menjadi sekretaris Pesantren Tebuireng, Jombang (1974-1979) dan menjadi konsultan di berbagai lembaga dan departemen pemerintahan pada tahun 1976. Selanjutnya, sejak tahun 1976 hingga wafatnya, Gus Dur menjadi pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiprahnya di Lembaga Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama adalah Gus Dur menjadi anggota Syuriah Nahdlatul Ulama tahun 1979-1984. Menjabat Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama tiga periode. Masing-masing 1984-1989, 1989-1994, dan 1994-1999.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pattiro-magelang.org/wp-content/uploads/2010/02/gusdur.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-431" style="border: 2px solid black; margin: 5px;" title="gusdur" src="http://pattiro-magelang.org/wp-content/uploads/2010/02/gusdur-225x300.jpg" alt="" width="151" height="199" /></a>Kiprah di ranah pemerintahan, Gus Dur menjelajah dan pernah menjabat pada lembaga legislatif maupun eksekutif. Menjadi anggota MPR dari utusan golongan pada periode 1987-1992 dan 1999-2004. Karier politik tertingginya adalah menjadi Presiden RI selama 2 tahun pada 1999-2001. Dengan waktu yang singkat namun memberikan pondasi kuat demi sistem dan pembelajaran politik yang sangat indah. Juga cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari,  inipun tidak ketinggalan membentuk sebuah organisasi kepartaian yaitu Partai Kebangkitan Bangsa pada era Reformasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sisi-sisi buah pikiran kontroversialnya selain sebagai tokoh kerukunan antar umat beragama salah satunya adalah menjadi anggota <strong>Dewan Pendiri Shimon Peres Peace Center</strong>, Tel Aviv, Israel. Gus Dur juga menjadi <strong>Wakil Ketua Kelompok Tiga Agama</strong>, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi, yang dibentuk di Universitas Al Kala, Spanyol, serta <strong>Pendiri Forum 2000</strong> (organisisasi <strong>Interfaith</strong>). Menjabat sebagai Ketua Dewan Internasional Konferensi Dunia bagi Agama dan Perdamaian atau World Conference on Religion and Peace (WCRP), Italia, tahun 1994.</p>
<p style="text-align: justify;">Gus Dur juga pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Dewan Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) periode 1983-1985. Penurunan kemampuan melihatnya bukan menjadi halangan untuk membaca hingga akhir hayatnya. Bahkan sangat produktif menulis artikel dan buku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penghargaan</strong> yang pernah diraihnya antara lain gelar (<strong>1</strong>) Doktor Honoris Causa dari Universitas Jawaharlal Nehru, India. (<strong>2</strong>) Bintang Tanda Jasa Kelas 1, Bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan dari Pemerintah Mesir. (<strong>3</strong>) Pin Penghargaan Keluarga Berencana dari Perhimpunan Keluarga Berencana I, Ramon Magsaysay/ (<strong>4</strong>) Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI BJ Habibie. (<strong>5</strong>) Gelar  Doktor Honoris Causa bidang perdamaian dari Soka University Jepang (2000), (<strong>6</strong>) Global Tolerance Award dari Friends of the United Nations New York (2003), (<strong>7</strong>) World Peace Prize Award dari World Peace Prize Awarding Council (WPPAC) Seoul Korea Selatan (2003), (<strong>8</strong>) Presiden World Headquarters on Non-Violence Peace Movement (2003).  (<strong>9</strong>) penghargaan dari Simon Wiethemtal Center Amerika Serikat (2008), (<strong>10</strong>) penghargaan dari Mebal Valor Amerika Serikat (2008), (<strong>11</strong>) <strong>penghargaan dan kehormatan dari Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat, yang memakai namanya untuk penghargaan terhadap studi dan pengkajian kerukunan antarumat beragama, Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study (2008).</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gus Dur meninggal dunia pada Rabu tanggal 30 Desember tahun 2009 sekitar pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta setelah sempat dirawat beberapa hari dan menjalani cuci darah. KH Abdurrahman Wahid meninggalkan seorang istri, Shinta Nuriyah, dan empat orang puteri, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zanuba Arifah, Anita Hayatunnufus, dan Inayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Innalillahi wa inna illaihi rajiun, selamat jalan pendekar demokrasi dan hak asasi manusia serta penjaga dan begawan bangsa, semangatmu senantiasa melekat di jiwa kami semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pattiro-magelang.org/gus-dur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Bersama Perencanaan Pembangunan Desa Ke Kebumen</title>
		<link>http://pattiro-magelang.org/belajar-bersama-perencanaan-pembangunan-desa-ke-kebumen.html</link>
		<comments>http://pattiro-magelang.org/belajar-bersama-perencanaan-pembangunan-desa-ke-kebumen.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 07:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kebumen]]></category>
		<category><![CDATA[PATTIRO MAgelang]]></category>
		<category><![CDATA[RPJMDes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pattiro-magelang.org/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Rabu-Kamis, 10-11 Februari 2010 lalu, kawan-kawan PATTIRO se-Jawa Tengah yakni PATTIRO Pekalongan, PATTIRO Semarang, PATTIRO Solo, PATTIRO Magelang dan PATTIRO Kendal bersama dengan desa-desa mitranya (yangg didampingi) melakukan pembelajaran bersama mengenai perencanaan desa dan pengelolaan keuangan desa ke Kebumen yakni di desa-desa dampingan kawan-kawan FORMASI.
Awalnya, agenda ini merupakan agenda bersama antara Pattiro Magelang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada hari Rabu-Kamis, 10-11 Februari 2010 lalu, kawan-kawan PATTIRO se-Jawa Tengah yakni PATTIRO Pekalongan, PATTIRO Semarang, PATTIRO Solo, PATTIRO Magelang dan PATTIRO Kendal bersama dengan desa-desa mitranya (yangg didampingi) melakukan <a href="http://pattiro-magelang.org/2010/02/belajar-bersam…esa-ke-kebumen">pembelajaran bersama mengenai perencanaan desa dan pengelolaan keuangan desa ke Kebumen</a> yakni di desa-desa dampingan kawan-kawan FORMASI.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya, agenda ini merupakan agenda bersama antara Pattiro Magelang dan Pekalongan yang tengah melakukan pendampingan<br />
penyusunan RPJMDes di daerah masing-masing. Karena dirasa, manfaat dari agenda ini cukup banyak maka disepakati untuk menawarkan kepada kawan2 Pattiro yang lain di Jateng (Solo, Kendal dan Semarang) untuk bersama-sama mengajak desa mitranya belajar ke kebumen.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pattiro-magelang.org/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8487.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-452" style="border: 1px solid black; margin: 5px;" title="IMG_8487" src="http://pattiro-magelang.org/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8487-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Agenda selama dua hari satu malam itu diisi dengan berdialog dengan Bupati dan jajaran Bapermades (10 Februari 2010 malam). Kemudian pagi harinya, peserta yang jumlahnya mencapai 100 orang ini dibagi menjadi 5 kelompok untuk langsung menuju ke desa-desa dampingan formasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di desa-desa  itu, kawan2 mengikuti (melihat) proses perencanaan anggaran desa yakni penyusunan dan konsultasi Publik RAPBDes. *<em>di kebumen RAPBDES dikonsultasi-publikkan</em>* Setelah acara tsb selesai dilanjutkan berdialog dengan POKJA Anggaran Desa yang berisi Kades, Sekdes, Kaur, Kadus dan perwakilan sektoral desa (PKK, Petani, Nelayan dlsb).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sinambi</em> (sambil&#8211;bhs Indonesia) belajar sekaligus bertamasya. Penginapan yang berada di kompleks <a href="http://kaumbiasa.com/benteng-van-der-wijck.php" target="_blank">Benteng Van Der Wijck</a> dan juga ke Pantai yang desa2 tujuan studinya kawasan pantai. Mendapat ilmu sekaligus melepas kepenatan</p>
<p style="text-align: justify;">Para peserta adalah aparat desa mitra PATTIRO se Jateng. Ada kades, ada sekdes, BPD, dan Kaur serta Kadus. Dari Pekalongan, staf Bapermades dan DPRD turut serta. [ciwir]</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pattiro-magelang.org/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8574.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-415" style="border: 2px solid black; margin: 5px;" title="IMG_8574" src="http://pattiro-magelang.org/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8574-300x225.jpg" alt="" width="322" height="245" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pattiro-magelang.org/belajar-bersama-perencanaan-pembangunan-desa-ke-kebumen.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
