Dari hasil pemetaan yang dilakukan bersama oleh multipihak (pemerintah daerah, SAR, LSM, Ormas) pada tahun 2007 lalu serta dengan didukung berbagai data dari BMG maupun hasil pengamatan dan evaluasi pemkab Magelang, bahwa Kabupaten Magelang merupakan kawasan yang rawan longsor, terlebih pada waktu musim hujan.
Berdasakan data yang dirilis dari Tim Penanggulangan Bencana Kab Magelang setidaknya ada 9 kecamatan dari 21 kecamatan yang memiliki potensi tanah longsor tinggi. Kesembilan kecamatan itu adalah : Kecamatan Kaliangkrik, Kecamatan Windusari, Kecamatan Pakis, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Bandongan, Kecamatan Kajoran, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Salaman serta Kecamatan Tempuran. Sementara itu ada sekitar 8 kecamatan lain yang rawan longsor berkategori menengah adalah Kecamatan Grabag, Kecamatan Dukun, Kecamatan Secang, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Candimulyo, Kecamatan Mertoyudan, kecamatan Salam dan Kecamatan Ngablak.
Hal ini memang patut diwaspadai sebab Kabupaten Magelang ‘dikepung’ lima gunung yakni Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Telomoyo dan Pegunungan Menoreh. Dan 9 kecamatan dengan tingkat tanah longsor tinggi adalah berada di lereng-lereng pegunungan tersebut. Kecamatan Kaliangkrik (lereng Sumbing), Kecamatan Windusari (lereng Sumbing), Kecamatan Pakis (lereng Merbabu), Kecamatan Borobudur (lereng Menoreh), Kecamatan Bandongan (lereng Sumbing), Kecamatan Kajoran (lereng Sumbing), Kecamatan Sawangan (lereng Merapi dan Merbabu) dan Kecamatan Salaman (lereng Menoreh dan Sumbing) serta Kecamatan Tempuran (lereng Menoreh dan Sumbing).