Kemelut Pasar Rejowinangun

Kategori Magelangan , Warta 0 opini

Kemelut Pasar Rejowinangun Magelang belum berkesudahan. Proses pembangunan pasar induk di Magelang yang terbakar 2 tahun lalu (25 Juni 2008) masih saja belum selesai. Dan kemelut serta awan hitam masih menggayuti pasar induk ini. Mulai dari penyebab keberadaan api yang membakar pasar hingga proses lelang yang bermasalah.

Dua tahun lalu, waktu itu saya dan kawan-kawan PATTIRO Magelang baru saja tiba Jakarta setelah menyelesaikan tugas di PATTIRO (Jakarta), ketika sampai di Semarang mendengar berita dari sebuah siaran radio bahwa Pasar Rejowinangun terbakar tadi sore menjelang Maghrib. Begitu memasuki Magelang sekitar pukul 7 malam, kemacetan sudah terjadi mulai dari utara Alun-alun di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pemuda Magelang. Rasa capek perjalanan hampir 12 jam akhirnya saya menghentikan mobil di kawasan Sablongan Magelang (500 M utara Pasar Rejowinangun) untuk minum kopi dan makan dulu. Dari tempat saya duduk terlihat jelas api membumbung tinggi disertai kepulan asap hitam. Saya jadi ingat tragedi 1998 di Solo dimana hampir semua toko dan bangunan dibakar masa.

Banyak pedagang lalu lalang berlarian menyelamatkan barang dagangan mereka. Dari ngobrol dengan beberapa warga yang saya temui mengatakan bahwa api berasal dari sebuah los ditengah pasar pada menjelang adzan Maghrib. Namun penyebabnya tidak diketahui sebab pasar telah sepi pedagang dan pengunjung. Mereka juga bilang bahwa sebenarnya beberapa bulan sebelumnya memang sudah ada rencana melakukan renovasi pasar yang sudah dianggap amburadul tersebut. Lha kok sekarang terbakar. Ada apa ya? Apa hubungannya ya?

Saat ini sudah hampir 2 tahun, pasar induk yang menjual sandang dan pangan serta kebutuhan rumah tangga di Kota Magelang itu belum juga selesai dibangun. Para pedagang masih menempati pasar darurat di belakang Jalan Ikhlas Magelang. Jelas mereka menderita kerugian moril dan material dengan “agenda” tersebut. Setidaknya seperti diungkapkan pedagang bolo pecah beberapa hari lalu saat saya membeli gelas ke sana, “yo rugi gede mas, wong ora diasuransi. Nek koyo aku jik lumayan mas, barang-barang ijik akeh sing slamet, lha sing bakul klambi kae piye coba? Opo ra nangis getih mas?” (Ya rugi besar mas. Kita tidak punya asuransi. Kalau seperti saya ini masih lumayan mas, barang-barang dagangan masih banyak terselematkan, lha mereka para pedagang pakaian gimana coba? Apa nggak nangis darah mas?)

“Lha piye maneh, wis nasibe wong cilik mesthi ngene kiye mas. Dak trimak-trimakne wae, Gusti ALLAH sing mbales” (Lha mau bagaimana lagi, sudah jadi nasib orang kecil dan lemah pasti jadi seperti ini mas. Saya terima saja, Gusti ALLAH yang membalas). Itulah sedikit percakapan saya dengan salah seorang pedagang di pasar penampungan. Dan hingga sekarang mereka masih menempati pasar darurat tersebut karena pembangunan pasar sampai saat ini belum dilakukan.

Proses lelang selalu bermasalah. Diantaranya adalah dugaan suap oleh investor yang akhirnya pemenang tender dibatalkan, kemudian proses lelang diulang kembali. Saat ini sudah ada pemenang lelang namun negosiasi dengan pedagang terkait harga kios dan konsep bangunan menemui jalan buntu kembali setelah melalui negosiasi lama.

Saya hanya bisa berpikir bahwa penguasa bermain api maka rakyat jelata yang menanggung akibatnya. Dua tahun berlalu, penyebab api yang menjadikan kebakaran pasar tidak jelas, siapa yang bertanggung jawab juga nggak ada, proses pembangunan kembali bermasalah. Entah kapan pembangunan pasar Rejowinangun selesai, sebab proses pelaksanaan saja belum dilakukan kok tanya kapan selesai.

Ditulis oleh Rokhmad Munawir (Kabid. Media, Data dan Informasi PATTIRO Magelang)

Gambar dipinjam dari http://mashanafi.wordpress.com/2008/06/26/pasar-induk-rejowinangun-magelang-terbakar

Ditulis oleh admin      5 June 2010 0 opini
Kata Kunci :

Random Posts

0 Opini

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Sebelum
«
Sesudah
»
Delighted Black designed by Christian Myspace In conjunction with Ping Services   |   French Teacher Jobs   |   Maths Teacher Jobs