Setelah agenda belajar bersama ke Kebumen beberapa waktu lalu, kembali kawan-kawan PATTIRO se-Jawa Tengah bersama perwakilan desa mitranya berkumpul di tlatah Batang, tepatnya di Agrowisata Pagilaran sebuah kompleks kebun teh milik Universitas terkemuka di Jogja. Selama 2 hari pada 5-6 Maret 2010, untuk bersama-sama membahas mengenai bagaimana menyusun sebuah dokumen perencanaan desa jangka menengah atau yang sering disebut dengan RPJMDes agar lebih dapat berpihak pada masyarakat miskin alias pro poor dan responsif gender.
Agenda ini diprakarsai oleh PATTIRO Magelang dan PATTIRO Pekalongan dengan dukungan dari Ford Foundation. Awalnya memang hanya dua daerah (Kab Magelang dan Kab Pekalongan) yang akan menyusunnya, namun ternyata ‘virus’ telah menyebar ke segenap Jawa Tengah yang ada wilayah kerja PATTIRO-nya yakni Surakarta, Semarang dan Kendal.
Dalam agenda ini dibahas bagaimana mengkompilasikan dan membuat RPJMDes secara substansi lebih pro poor, bukan hanya sekedar melibatkan masyarakat miskin sebagai objek pembangunan akan tetapi menjadinya subjek pembangunan juga. Selain diajak terlibat dari awal pembahasan juga mulai diajak bicara mengenai kebutuhan desa. Metode CNA (Community Need Assessment) yang sudah banyak dikembangkan oleh berbagai kalangan menjadi salah satu rekomendasi yang dihasilkan workshop ini untuk dilaksanakan. Setidaknya diujicobakan di desa-desa mitra PATTIRO se-Jawa Tengah.
Pembahasan yang difasilitatori oleh Roi Rohidin Sudarno dari Jakarta serta menampilkan pemantik diskusi Mashadi dari Pemkab Magelang berjalan seru. Adu argumentasi dan pendapat masing-masing daerah mewarnai agenda ini, meski tak sampai hujan interupsi (LOL). Akhirnya memang disepakati bersama bahwa secara substansi rekomendasi tersebut dimasukkan dan diujicobakan pada desa mitra PATTIRO se-Jawa Tengah.
Pasca workshop ini kemudian akan dilanjutkan dengan pelatihan bersama untuk fasilitasi penyusunan dan implementasi RPJMDesa bagi para fasilitator desa. Direncanakan (hasil kesepakatan forum) bahwa agenda pelatihan akan digelar di Magelang pada akhir Maret 2010 ini agar pada April 2010 sudah mulai action penyusunan.