Di Kabupaten Magelang, pada tahun 2006 -tepatnya tanggal 25 Desember 2006- telah berdiri sebuah forum yang bertujuan sebagai wahana sinau atau belajar APBD. Forum tersebut dinamai FORLISMA singkatan dari Forum Lintas Sektoral Magelang. Selain sebagai wahana belalar APBD, FORLISMA juga berperan sebagai wadah (payung-kota) bagi advokasi proses perencanaan dan penganggaran daerah. Jadi mulai perencanaan hingga pengawasan APBD, FORLISMA ambil peran.
Pada awalnya, FORLISMA beranggotakan Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Magelang, Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Kab Magelang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Magelang, Serikat Tani Merdeka (SeTAM) Cabang Magelang, Aliansi Buruh Magelang (ALMBUM-F) dan Sahabat Perempuan (sebuah LSM berkonsentrasi pada isu perempuan).
Pada perjalanannya, forum yang dikomandani oleh Ahmad Muhibin (yang juga Koord. Bidang Pengembangan Usaha Mandiri PATTIRO Magelang) ini bertambah anggotanya. Anggota baru yang bergabung adalah Forum Pemuda Peduli Salam (FP2S) Magelang, BKMTA Kec. Sawangan, P3A Kab Magelang, IPPNU Ancab Salam, KTNA Kab Magelang, BEM STIS, LPM STIS, LSM FORNAMA (Forum Nahdliyin Magelang) dan FORGAMA Secang. Disamping itu, banyak bergabung pula tokoh-tokoh masyarakat, diantaranya Ibu Masruroh (Ketua Posyandu Bumirejo Mungkid), Bp Slamet R (Ketua BPD Gondowangi Sawangan), Bp Widayat (Salam).
Selama kurun waktu hampir 2 tahun ini, FORLISMA telah banyak berperan dalam mewarnai proses perencanaan penganggaran daerah Kab Magelang. Diantaranya, bersama BAPPEDA melakukan pemantauan Musrenbang Kecamatan, melakukan fasilitasi Musrenbang Desa, bersama BAPPEDA melakukan review Pedoman Umum Pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Magelang tahun 2008, bersama PATTIRO dan NDI menerbitkan media sosialisasi APBD berupa poster (tahun 2007), membantu advokasi kepentingan kelompok penyandang cacat dalam memperoleh hak-haknya.
Khitah awal berdirinya forum yang ber-sekber bersama-sama dengan Kantor PATTIRO Magelang ini, adalah sebagai papan pasinaon APBD, banyak dilakukan dengan menggelar diskusi-diskusi ringan seputar APBD (atau sering disebut dengan FORUM UDUD) diberbagai tempat, seperti di serambi masjid, hingga menggelar pelatihan-pelatihan analisis APBD. Hingga saat ini kegiatan tersebut masih berjalan.
papan pasinaon APBD = tempat belajar tentang APBD